|
Mengapa Indonesia Perlu Melihat Kembali dan Mereformasi (bila perlu) Tata Aturan Bangunannya -Build |
|
Ir. Heru Sufianto, M. Arch. St.
Pesatnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 1980-1990an khususnya yang terjadi di kota-kota besar, membawa pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan fisik wilayahnya. Pertumbuhan ekonomi tersebut diikuti dengan pertambahan bangunan industri, permukiman/ perumahan, perkantoran dan sebagainya, namun demikian laju pertumbuhan fisik perkotaan tersebut umumnya kurang berimbang dengan perkembangan insfrastruktur dan pertumbuhan dibidang peraturan bangunannya. Ketimpangan laju pertumbuhan tersebut pada akhirnya memicu tingginya angka kebakaran bangunan/ gedung pada sepuluh tahun terakhir ini. Di Jakarta, tercatat rata-rata 800 kejadian kebakaran bangunan/ gedung setiap tahunnya, sedangkan di Surabaya rata-rata mencapai 260 kali peristiwa kebakaran. |
|
Last Updated ( Tuesday, 12 May 2009 )
|
|
Read more...
|
|
Ruko: Ditinjau Dari Segi Fire Safety |
Pendahuluan
Ruko (dan juga rukan) ada dimana-mana, di setiap kota dan kabupaten. Kejadian kebakaran di ruko hampir selalu berakibat
fatal kepada penghuninya. Masih ingat kebakaran karaoke Hepy di Palembang? Dalam kesempatan ini akan dibahas segi
keselamatan terhadap kebakaran (
fire safety ), ketentuan dan standar, dan rekomendasi tindakan penanggulangan.
Tujuan dari pembahasan ini adalah pengkajian ulang dari ketentuan dan praktek yang berlaku, berdasarkan atas keteknikan
keselamatan terhadap kebakaran (
fire safety engineering ).
Sasarannya adalah untuk memberikan ketentuan yang pas, katakanlah “
cost effective”, tetapi tidak menyimpang dari
keteknikan keselamatan terhadap kebakaran.
Kelas hunian dan bahaya
Dalam bentuk aslinya, ruko adalah bangunan rendah di mana lantai dasar digunakan sebagai usaha dagang dan lantai
atas digunakan sebagai tempat tinggal. Artinya bahwa ruko asli dapat digolongkan sebagai hunian campuran terdiri dari hunian
perdagangan dan tempat tinggal. Rukan adalah bangunan rendah di mana biasanya semua lantai digunakan sebagai kantor. Ciri
khas ruko dan rukan asli adalah satu pintu masuk di lantai dasar juga menjadi pintu keluar penghuni, dengan kata lain jalan keluar hanya
satu dan melalui lantai dasar. Kecenderungan yang ada sekarang adalah terjadinya perubahan hunian: beberapa unit ruko
digabung ke dalam satu manajemen, dinding pembatas ditiadakan, digunakan sebagai perkantoran umum, restoran, atau tempat
hiburan (karaoke, klub malam dsb.). Bangunan ruko yang sudah berubah semacam ini harus digolongkan ke dalam hunian sesuai
penggunaannya, tetapi bangunan semacam ini tetap masih mempunyai hanya satu jalan keluar yang melalui lantai dasar. |
|
Last Updated ( Tuesday, 04 November 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|